November 19, 2017BPP Liang Anggang Kota BanjarbaruNo comments
PGPR atau Plant Growth Promoting
Rhizobakteri (Rhizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman (RPPT)) adalah sejenis
bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman.Bakteri tersebut hidupnya
secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme
ini akan sangat menguntungkan. Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses
fisiologi tanaman dan pertumbuhannya. Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu
memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau
kerusakan oleh serangga. Selain itu PGPR juga meningkatkan ketersediaan nutrisi
lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga. PGPR juga bisa memproduksi
hormon tanaman, menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan serta
mengontrol hama dan penyakit
Cara membuatan PGPR adalah:
ALAT DAN BAHAN:
100 gr akar bambu, akar putri
malu, akar jagung, akar rumput teki atau tauge
400 gr gula pasir
200 gr trasi
1 kg dedak halus
10 lt air
Penyedap rasa secukupnya ( Pemicu
hormone Giberelin )
Injet (air kapur ) 1 sendok the.
CARA MEMBUAT:
Rendam bahan no. 1 dalam air
matang dingin 2-4 hari
Rebus bahan 2 s/d 7 sampai
memdidih selama 20 menit
Setelah dingin masukkan semua
bahan ke dalam jerigen dan tutup rapat
Buka dan kocok-kocok sehari
sekali 5. Setelah 15 hari PGPR siap digunakan
CARA MENGGUNAKAN:
Saring PGPR
Campurkan 1 lt PGPR ke dalam air
1 tangki
Semprotkan PGPR tersebut ke lahan
yang belum ditanami 4. Ulangi penyemprotan setiap 20 hari sekali Bahan no. 2
sampai no. 7 bisa di saring terlebih dahulu sebelum dicampur dengan inang PGPR.
APLIKASI PGPR
PGPR Untuk perlakuan benih. Benih
yang dibeli dari toko dan diduga mengandung pestisida cuci dulu sampai bersih
hingga 3 – 4 kali. Rendam benih dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 10 ml per
liter air selama 10 menit hingga 8 jam tergantung jenis benihnya. Kemudian
kering anginkan di tempat yang teduh sebelum dilakukan penanaman.
PGPR Untuk perlakuan bibit. Jika
untuk perlakuan bibit dan stek atau biakan vegetatif lain tinggal direndam beberapa
saat saja lalu langsung ditanam. Konsentrasi yang diperlukan adalah 10 ml per
liter air.
PGPR Untuk perlakuan pada
tanaman. Buat PGPR dengan konsentrasi 5 ml per liter air. Untuk aplikasi pada
tanaman semusim (cabe, terong, timun dll) siramkan 1 – 2 gelas aqua larutan
tadi ke daerah perakaran. Jika untuk tanaman tahunan jumlah larutan yang
digunakan dapat diperkirakan sendiri sesuai dengan umur dan jenis tanaman,
sebagai ukuran adalah siram daerah perakaran sampai basah.
PGPR atau Plant Growth Promoting
Rhizobakteri (Rhizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman (RPPT)) adalah sejenis
bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman.Bakteri tersebut hidupnya
secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme
ini akan sangat menguntungkan. Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses
fisiologi tanaman dan pertumbuhannya. Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu
memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau
kerusakan oleh serangga. Selain itu PGPR juga meningkatkan ketersediaan nutrisi
lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga. PGPR juga bisa memproduksi
hormon tanaman, menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan serta
mengontrol hama dan penyakit
Cara membuatan PGPR adalah:
ALAT DAN BAHAN:
100 gr akar bambu, akar putri
malu, akar jagung, akar rumput teki atau tauge
400 gr gula pasir
200 gr trasi
1 kg dedak halus
10 lt air
Penyedap rasa secukupnya ( Pemicu
hormone Giberelin )
Injet (air kapur ) 1 sendok the.
CARA MEMBUAT:
Rendam bahan no. 1 dalam air
matang dingin 2-4 hari
Rebus bahan 2 s/d 7 sampai
memdidih selama 20 menit
Setelah dingin masukkan semua
bahan ke dalam jerigen dan tutup rapat
Buka dan kocok-kocok sehari
sekali 5. Setelah 15 hari PGPR siap digunakan
CARA MENGGUNAKAN:
Saring PGPR
Campurkan 1 lt PGPR ke dalam air
1 tangki
Semprotkan PGPR tersebut ke lahan
yang belum ditanami 4. Ulangi penyemprotan setiap 20 hari sekali Bahan no. 2
sampai no. 7 bisa di saring terlebih dahulu sebelum dicampur dengan inang PGPR.
APLIKASI PGPR
PGPR Untuk perlakuan benih. Benih
yang dibeli dari toko dan diduga mengandung pestisida cuci dulu sampai bersih
hingga 3 – 4 kali. Rendam benih dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 10 ml per
liter air selama 10 menit hingga 8 jam tergantung jenis benihnya. Kemudian
kering anginkan di tempat yang teduh sebelum dilakukan penanaman.
PGPR Untuk perlakuan bibit. Jika
untuk perlakuan bibit dan stek atau biakan vegetatif lain tinggal direndam beberapa
saat saja lalu langsung ditanam. Konsentrasi yang diperlukan adalah 10 ml per
liter air.
PGPR Untuk perlakuan pada
tanaman. Buat PGPR dengan konsentrasi 5 ml per liter air. Untuk aplikasi pada
tanaman semusim (cabe, terong, timun dll) siramkan 1 – 2 gelas aqua larutan
tadi ke daerah perakaran. Jika untuk tanaman tahunan jumlah larutan yang
digunakan dapat diperkirakan sendiri sesuai dengan umur dan jenis tanaman,
sebagai ukuran adalah siram daerah perakaran sampai basah.
0 komentar:
Posting Komentar